Selasa, 21 Januari 2014

Kamu, Aku membenci mu

Malam sebelum kau datang aku memimpikanmu. Entahlah. Dalam tidur ku pun kau hadir seenaknya. Membuat aku terbangun dari tidurku.

Ternyata sorenya ada undangan baru d bbm, dan ternyata itu kamu dee. 
Kamu datang dan pergi sesuka hatimu.

Apakah kamu merindukanku? Penasaran dgn ku karna tak pernah dengar kabarku lagi? Atau memang hanya ingin sekedar tau aku.

Awalnya aku ragu nerimanya tapi, g apalah aku terima, toh kamu telah mngetahui pin aku, g ada slahnya juga kita “berteman”.

“aslmkm, apa kbar ?, gmana dengan skripsinya?”. Tanyamu. Seperti biasa kamu memulai percakapan kita dgn pesan singkatmu yg begitu dingin.

“waalaikumsalam,aku kmis ujian skripsi ”. Jawabku. Sengaja aku tidak menjawab lengkap pertanyaanmu, lagian nantinya apa pedulimu dengan kabarku.

“wah, semoga lancar dan sukses ya. Semoga diberi kemudahan. Akhirnya wsuda maret ya”. Kamu membalasnya.

Sebenarnya aku pnasaran dengan eksperesimu membalas bbm ku.

“iy, makasi”. Hanya itu yang aku katakan padamu. Aku hanya tidak ingin percakapan kita seperti biasanya, ya seperti biasanya, yang sudah-sudah.
Hanya itu perckapan kita sejak kita berteman lagi

Tahukah kamu dee, hati ini masih belum bisa terima keputusanmu dan  berusaha mencari-cari hal darimu yang membuat cinta ini menjadi benci padamu. Aku tak tau mengapa aku seperti itu. Apakah aku telah mati rasa? 

Aku ingin kita tidak ada komunikasi dalam bentuk apapun. Aku ingin kamu tidak tau lagi tentangku ataupun mencari tau tentangku. Aku ingin kita tidak berteman lagi, !!.
sebenarnya aku ingin memutuskan pertemanan kita, tapi aku tidak ingin kamu membenciku karna itu. Aku tak ingin kamu membenciku dee, biarlah aku yang membencimu. Dan buatlah aku sakit hati agar aku benar-benar membencimu.

Tak bisakah kau pergi tanpa kembali padaku??
seperti katamu ketika pergi dariku “jodoh pasti bertemu”. Tak bisakah kau kembali padaku karna jodoh? jadi jika kita memang berjodoh biarlah jodoh itu yang membawamu kembali padaku. Dimana kita memang dipertemukan lagi utk selamanya. Tidak utk percakpanmu yg slalu dingin, tidak utk semua janji2 manismu utkku, tidak utk harapan-harapanku yang memudar karnamu. Jika tidak, menjauhlah dariku. Aku tak ingin tau tentangmu lagi. Biarkan aku menjalani hidupku tanpamu bayang darimu. 
Biarlah jodoh yg mempertemukan kita



yang membencimu,






Tidak ada komentar:

Posting Komentar